Makanan Khas Jawa Barat

Makanan Khas Jawa Barat: 20 Kuliner Sunda + Asal Daerahnya

Kalau Anda sedang berburu makanan khas Jawa Barat, biasanya yang dicari itu simpel: rasanya jelas, mudah ditemui, dan bikin ingin nambah. Di Jawa Barat, profil rasanya sering bergerak di tiga jalur: gurih bumbu kacang, segar lalapan, atau pedas aromatik yang “nempel” di lidah. Tidak heran kalau daftar makanan khas Jawa Barat sering terasa dekat dengan keseharian, dari gerobak kaki lima sampai warung legendaris.

TL;DR: Untuk pemula, mulai dari batagor dan seblak kalau ingin street food yang gampang dicari, lalu empal gentong dan tahu gejrot untuk rasa Cirebon yang kuat. Jika ingin yang segar, karedok dan lotek aman untuk siang hari. Untuk oleh-oleh, tahu Sumedang paling praktis. Setelah itu baru eksplor kategori lain sesuai selera.

Kenapa kuliner Jawa Barat terasa “beda”

Ada tiga ciri yang mudah dikenali saat Anda menjelajah makanan khas Jawa Barat.

Pertama, unsur segar. Banyak menu Sunda mengandalkan sayur dan lalapan, jadi makan terasa ringan walau bumbunya mantap. Kedua, bumbu kacang. Ini yang membuat batagor, siomay, karedok, dan lotek punya rasa gurih manis yang familiar. Ketiga, pedas aromatik. Seblak sering disebut contoh yang paling gampang karena memakai cikur atau kencur dan biasanya berisi kerupuk yang dibuat lembek, plus topping sesuai selera. Gambaran ini sejalan dengan penjelasan tentang seblak di liputan Kompas.com yang menekankan bumbu cikur dan ragam toppingnya, serta fakta bahwa seblak dikenal sebagai kuliner pedas dari wilayah Jawa Barat. Lihat “sejarah seblak khas Jawa Barat” versi Kompas.com.

Tabel ringkas: 20 makanan khas Jawa Barat, asal, dan rasanya

Agar cepat memilih, berikut ringkasan makanan khas Jawa Barat yang paling sering diburu, lengkap dengan asal yang identik dan rasa dominan.

NamaAsal/IdentikKategoriProfil rasaPaling gampang dicari di
BatagorBandungStreet foodGurih bumbu kacangBandung, kota besar di Jabar
Siomay BandungBandungStreet foodGurih bumbu kacangGerobak dan warung
SeblakJabar (Bandung populer)PedasPedas, kencur, kenyalBanyak kota di Jabar
CirengSundaCamilanGurih, kadang pedasJajanan sore
CilokSundaCamilanGurih, saus pedas/manisSekolah, pasar
CimolSundaCamilanGurih, renyahPedagang kaki lima
Sate maranggiPurwakartaMakanan beratGurih manis, bumbu marinasiPurwakarta, resto Sunda
Nasi timbelSundaMakanan beratGurih, wangi daunWarung Sunda
Nasi tutug oncomSundaMakanan beratGurih, aroma oncomWarung Sunda
KaredokSundaSegarGurih kacang, segarWarung Sunda
LotekSundaSegarGurih kacang, lebih lembutWarung Sunda
Pepes ikanSundaLaukWangi daun, rempahRumah makan Sunda
Sayur asemSundaBerkuahAsam segarWarung makan
Soto BandungBandungBerkuahSegar gurihBandung
Mie kocokBandungBerkuahGurih kalduBandung
SurabiBandung dan sekitarnyaManis/gurihLegit, bisa asinBandung
ColenakBandungManisTape bakar, manisBandung
Tahu SumedangSumedangOleh-olehGurih, renyahSumedang, rest area
Empal gentongCirebonBerkuahGurih rempahCirebon
Tahu gejrotCirebonStreet foodManis pedasCirebon

Stat kecil yang membantu konteks perjalanan: Jawa Barat punya banyak wilayah kota dan kabupaten, jadi variasi kuliner juga menyebar. Dalam pemberitaan ANTARA, Jawa Barat disebut memiliki 27 daerah kabupaten dan kota.

20 makanan khas Jawa Barat yang wajib dicoba

Di bawah ini versi detailnya. Tiap item dibuat singkat agar mudah dipakai sebagai “peta makan” saat Anda lagi keliling.

1) Batagor (Bandung)

Batagor biasanya hadir dalam potongan tahu dan adonan ikan yang digoreng, lalu disiram bumbu kacang. Nama “batagor” sendiri dikenal sebagai singkatan dari bakso tahu goreng, dan sering dijual berdampingan dengan siomay. Rujuk penjelasan Kompas.com tentang batagor dan siomay Bandung.

2) Siomay Bandung (Bandung)

Siomay Bandung umumnya dikukus dulu, lalu disajikan dengan saus kacang. Isinya beragam, dari kol, telur, kentang, sampai tahu. Kalau Anda ingin yang lebih ringan dari batagor, siomay sering terasa lebih “halus” karena tidak dominan gorengan.

3) Seblak (Jawa Barat, populer di Bandung)

Seblak dikenal dengan kerupuk yang dibuat lembek, bumbu pedas, dan aroma cikur atau kencur yang khas. Isinya fleksibel: mi, makaroni, bakso, sosis, sampai ceker. Kompas.com juga menulis bahwa seblak dikenal berasal dari Jawa Barat dan pernah dibahas muncul sejak sekitar era 1990-an dalam versi populer, dengan banyak ragam daerah yang ikut membentuknya.

4) Cireng (Sunda)

Cireng biasanya gurih, renyah di luar, dan kenyal di dalam. Banyak yang menyajikan dengan bumbu rujak pedas. Cocok saat Anda ingin ngemil cepat tanpa porsi berat.

5) Cilok (Sunda)

Cilok sering disebut “aci dicolok”. Teksturnya kenyal, lalu diberi saus kacang atau saus pedas manis. Di beberapa tempat, cilok dikreasikan jadi cilok bakar atau cilok kuah.

6) Cimol (Sunda)

Cimol mirip cilok, tetapi bentuknya kecil bulat dan digoreng hingga “kopong” di dalam. Paling enak dimakan hangat dengan bubuk bumbu pedas. Kalau Anda suka camilan renyah, ini pilihan aman.

7) Sate Maranggi (Purwakarta)

Sate maranggi identik dengan daging yang sudah dibumbui sebelum dibakar, jadi rasanya meresap tanpa harus bergantung pada saus kacang. Banyak yang menikmatinya dengan sambal dan lalapan. Enak untuk makan siang setelah perjalanan antar kota.

8) Nasi Timbel (Sunda)

Nasi timbel biasanya nasi hangat yang dibungkus daun, lalu disajikan dengan lauk sederhana seperti ayam, ikan, tahu tempe, sambal, dan lalapan. Aroma daun saat dibuka itu sensasi kecil yang bikin makan terasa “rumah”.

9) Nasi Tutug Oncom (Sunda)

Nasi tutug oncom memadukan nasi hangat dengan oncom yang ditumis berbumbu. Rasanya gurih dan aromatik. Ini salah satu menu yang sering membuat orang paham kenapa oncom begitu lekat dengan kuliner Sunda.

10) Karedok (Sunda)

Karedok memakai sayur mentah seperti timun, kol, kacang panjang, dan tauge, lalu dibalut bumbu kacang. Rasanya segar, gurih, kadang ada sentuhan kencur yang ringan. Cocok untuk Anda yang ingin jeda dari gorengan.

11) Lotek (Sunda)

Lotek sering dianggap “saudara” karedok, bedanya sayurnya biasanya direbus dulu. Hasilnya lebih lembut dan hangat. Kalau Anda baru mulai mencoba makanan berbumbu kacang, lotek sering terasa lebih ramah.

12) Pepes Ikan (Sunda)

Pepes adalah teknik memasak dengan membungkus bahan memakai daun, lalu dikukus atau dipanggang. Bumbunya meresap dan wangi daun terasa jelas. Pepes ikan biasanya jadi pasangan yang pas untuk nasi hangat dan sambal.

13) Sayur Asem (Sunda)

Sayur asem jadi penyeimbang meja makan Sunda. Rasanya asam segar, biasanya berisi jagung, labu, kacang panjang, melinjo, dan daun muda. Paling cocok dipadukan dengan gorengan atau ikan asin supaya tidak terasa berat.

14) Soto Bandung (Bandung)

Soto Bandung sering tampil dengan kuah bening, daging, dan tambahan lobak. Rasanya segar, tidak seberat kuah santan. Saat cuaca dingin di dataran tinggi, semangkuk soto terasa pas.

15) Mie Kocok (Bandung)

Mie kocok punya kuah kaldu gurih, biasanya dengan kikil dan taburan seledri. Nama “kocok” merujuk proses mie yang dikocok saat disiapkan. Ini salah satu menu yang sering dicari wisatawan saat berburu makanan khas Jawa Barat di Bandung.

16) Surabi (Bandung dan sekitarnya)

Surabi bisa manis atau gurih. Ada yang sederhana dengan oncom, ada yang modern dengan topping beragam. Jika Anda ingin versi klasik, cari yang dimasak di tungku dan disajikan hangat tanpa terlalu banyak tambahan.

17) Colenak (Bandung)

Colenak identik dengan tape singkong yang dibakar lalu diberi saus manis. Rasa legitnya kuat, cocok sebagai penutup setelah makan pedas. Porsi kecilnya pas untuk berbagi.

18) Tahu Sumedang (Sumedang)

Tahu Sumedang dikenal sebagai tahu goreng yang kulitnya garing dan isi lembut. Kalau Anda membelinya untuk oleh-oleh, pilih yang masih hangat dan kering, lalu bawa cabai rawit terpisah supaya tetap enak saat sampai rumah.

19) Empal Gentong (Cirebon)

Empal gentong adalah sup daging berkuah rempah yang identik dengan Cirebon. Rasa kuahnya cenderung gurih dan kaya. Ini opsi “wajib” kalau rute perjalanan Anda melewati jalur Pantura dan ingin makan yang mengenyangkan.

20) Tahu Gejrot (Cirebon)

Tahu gejrot menyajikan tahu goreng dengan kuah manis pedas yang menyegarkan. Biasanya ada bawang dan cabai yang membuat aromanya naik. Cocok jadi jeda ringan setelah makanan berkuah.

Cara cepat memilih sesuai selera

Agar tidak bingung saat melihat banyak pilihan makanan khas Jawa Barat, pakai panduan singkat ini.

  • Ingin pedas yang aromatik: pilih seblak, sesuaikan level cabai. Rujuk gambaran bumbu cikur atau kencur yang sering disebut saat membahas seblak.
  • Ingin gurih bumbu kacang: batagor atau siomay Bandung.
  • Ingin segar dan tidak berminyak: karedok atau lotek.
  • Ingin makan berat yang aman untuk perjalanan: nasi timbel, nasi tutug oncom, atau sate maranggi.
  • Ingin oleh-oleh yang praktis: tahu Sumedang.

Satu CTA yang natural: jika Anda baru pertama kali kulineran di Jawa Barat, pilih tiga dulu. Satu street food, satu makanan berkuah, satu yang segar. Anda bisa mulai dari batagor, empal gentong, lalu karedok.

Priangan dan Cirebon, kenapa menunya terasa berbeda

Banyak orang menganggap kuliner Sunda identik dengan Bandung dan Priangan, padahal Cirebon punya karakter kuat sendiri. Priangan sering bermain di jajanan aci, bumbu kacang, dan pola makan dengan lalapan. Cirebon lebih mudah dikenali lewat ikon seperti empal gentong dan tahu gejrot yang sering jadi tujuan kuliner khusus. Jadi saat Anda merencanakan rute wisata, daftar makanan khas Jawa Barat yang dipilih bisa berbeda, tergantung Anda lebih banyak menghabiskan waktu di Bandung dan sekitarnya atau singgah di Cirebon.

Baca Juga : Harga Samsung A55 Terbaru Januari 2026 (Resmi dan Pasaran)

FAQ

Apa saja makanan khas Jawa Barat yang paling terkenal?

Yang paling sering dicari biasanya batagor, siomay Bandung, seblak, empal gentong, sate maranggi, tahu Sumedang, karedok, dan lotek. Batagor dikenal sebagai singkatan bakso tahu goreng, sementara empal gentong dan tahu gejrot identik dengan Cirebon. Jika Anda baru mulai, pilih 1 sampai 2 dari tiap kategori agar tidak cepat enek.

Seblak berasal dari Bandung atau Cianjur?

Banyak orang mengaitkan seblak dengan Bandung karena popularitasnya, tetapi pembahasannya tidak tunggal. Dalam liputan Kompas.com, seblak disebut lahir atau muncul dari beberapa daerah di Jawa Barat, dan Bandung berperan besar dalam memperkenalkannya lebih luas. Jadi, lebih aman menyebut seblak sebagai kuliner khas Jawa Barat yang berkembang di beberapa wilayah.

Kenapa batagor disebut batagor?

Istilah batagor dikenal sebagai singkatan dari bakso tahu goreng. Penjelasan ini juga muncul dalam ulasan Kompas.com saat membahas perbedaan batagor dan siomay Bandung, karena keduanya sering dijual bersamaan. Jadi, namanya memang merujuk langsung pada bahan dan cara olahnya, bukan sekadar nama dagang.

Apa beda batagor dan siomay Bandung?

Batagor biasanya digoreng sehingga lebih renyah, sementara siomay lebih sering dikukus sehingga teksturnya lebih lembut. Keduanya sama-sama sering memakai saus kacang, jadi mudah tertukar. Kompas.com juga menyoroti bahwa keduanya kerap dijual dalam satu warung, tetapi batagor punya karakter gorengan yang lebih dominan.

Empal gentong itu seperti apa?

Empal gentong adalah sup daging berkuah rempah yang identik dengan Cirebon. Porsinya cenderung mengenyangkan, cocok untuk makan siang atau saat perjalanan jauh. Jika Anda tidak terlalu kuat santan, Anda tetap bisa menikmatinya karena karakter kuahnya lebih menonjol pada rempah dan gurih, tergantung racikan tempatnya.

Makanan khas Jawa Barat yang segar dan tidak digoreng apa saja?

Karedok dan lotek sering jadi pilihan paling aman. Karedok memakai sayur mentah dengan bumbu kacang, sehingga terasa renyah dan segar. Lotek memakai sayur yang direbus dulu, jadi lebih lembut dan hangat. Jika Anda baru mulai, lotek biasanya lebih mudah diterima karena teksturnya tidak “raw” seperti karedok.

Berapa banyak kabupaten dan kota di Jawa Barat?

Dalam pemberitaan ANTARA yang membahas capaian kabupaten dan kota di Jawa Barat, provinsi ini disebut memiliki 27 daerah kabupaten dan kota. Angka ini sering dipakai untuk menggambarkan sebaran program dan data wilayah di Jawa Barat, dan bisa membantu Anda membayangkan kenapa variasi kulinernya begitu beragam antar daerah.